Program Senam untuk Lansia

Kita semua tahu bahwa usia lanjut adalah suatu fase kehidupan yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Menjadi tua tidaklah dapat dihindari oleh siapapun, namun manusia dapat berupaya untuk menghambat kecepatan waktunya. Salah satunya dengan olahraga. Oleh karena itu, agar dapat tetap sehat di usia lanjut, pemeliharaan kesehatan haruslah dimulai sejak dini. Artinya aktivitas olahraga merupakan kegiatan yang berlangsung rutin dan kontiniu hingga usia lanjut. Untuk kesehatan, idealnya olahraga harus dilakukan sejak awal.

Kategori untuk manusia lanjut usia (lansia) sendiri sangat bervariasi. Menurut Departemen Kesehatan, manula adalah orang yang sudah mencapai usia 60 tahun. Sementara menurut kedokteran olahraga manula sangat tergantung pada kondisi fisik individu. Jika dia baru berusia 50 tahun, namun secara fisik sudah renta, dia bisa dikategorikan sebagai manula

Setelah mendapat pendidikan mengenai kehidupan orang lanjut usia, tentu saja akan menambah faedah bagi masyarakat bila ilmu pengetahuan tersebut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar tempat tinggal kita, ada banyak lansia yang menjalani akhir kehidupannya seperti orang yang sedang menunggu “waktunya” yang belum pasti.

Tak jarang lansia di kota Medan ini banyak yang dititipkan ke panti-panti jompo karena pihak keluarga memiliki berbagai alasan untuk melakukan hal tersebut, mulai dari ketidakcocokan dengan lansia tersebut, biaya kehidupan yang tidak mencukupi kehidupan lansia, kesalahpahaman antara pihak keluarga dengan lansia bahkan pertengkaran yang membuat lansia harus ditinggalkan di panti jompo.

Walaupun masih ada lansia yang tinggal bersama pihak keluarganya, kehidupan mereka tidaklah berbeda dengan para lansia yang tinggal di panti jompo. Setiap harinya hanya duduk-duduk di rumah dan menunggu anak-anak dan cucunya menyapanya. Keadaan merekapun sangat memprihatinkan, terutama  para lansia pria yang pada masa mudanya merupakan orang-orang yang aktif. Mereka akan mengalami apa yang disebut “post-power syndrome”.

Sebagaimana yang telah dipelajari bahwa keadaan fisik lansia kian hari kian menurun bila dibandingkan dengan orang-orang yang berada pada fase hidup yang lebih mudah. Bahkan, para lansia ini sering dianggap oleh orang-orang yang lebih muda sebagai orang yang lemah dan tidak perlu melakukan apa-apa lagi karena kelemahan fisiknya. Daripada menambah kerepotan pihak keluarga, para lansia diperlakukan layaknya bayi.

Hal tersebut tentu saja membuat fisik lansia semakin melemah. Belum lagi para lansia tersebut harus mengikuti pola makan keluarganya yang mungkin mengandung unsur-unsur yang seharusnya pada masa lansia sudah harus dikurangi, misalnya makanan yang manis-manis, terlalu asin atau terlalu asam.

Melihat kondisi para lansia yang sangat tidak sehat membuat kami berencana melakukan suatu kegiatan yang akan “menggerakkan” para lansia untuk memiliki hidup yang lebih sehat, sejahtera, lebih berarti dan lebih bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya yaitu melalui program senam untuk lajut usia.

Meski pada umumnya olahraga baik untuk kesehatan, tetapi mungkin ada beberapa bentuk olahraga yang tidak cocok dengan penyakit yang diderita orang tersebut dikarenakan mengingat fisik pada usia lanjut sudah berbeda pada saat usia muda, maka saat ini sudah diciptakan senam khusus untuk lansia. Senam lansia sudah ada standar gerakannya dan sudah diakui dan aman dilakukan.

Senam lansia, gerakannya tidak high impact tapi bersifat low impact. Jika menggunakan musik, tidak menghentak, namun lambat dan mendayu. Gerakan anggota tubuh juga cenderung untuk anggota tubuh bagian atas karena biasanya pada orang usia lanjut, telah terjadi penurunan fungsi pada jantung dan paru-paru.

Sementara itu, olahraga yang kurang dianjurkan bagi orang berusia lanjut adalah olahraga yang menimbulkan beban berlebihan pada otot. Jadi berilah kesempatan bagi otot untuk melakukan pemulihan. Jika ingin melakukan senam, maka gerakan otot tertentu dibatasi sekitar delapan sampai enam belas kali saja. Jangan terus-menerus melakukan gerakan pada otot yang sama.

Latihan yang memerlukan berdiri pada satu kaki atau gerakan-gerakan yang memerlukan keseimbangan tubuh dapat menyebabkan orang berusia lanjut jatuh. Gerakan yang juga kurang baik dilakukan orang berusia lanjut adalah memutar kepala dan meregangkan leher secara berlebihan. Boleh dilakukan asal pelan dan ditahan, bukan gerakan cepat dan menghentak. Bagi Anda yang ingin memilih senam, lakukan secara berkelompok dengan pembimbing yang berpengalaman. Dengan demikian, dapat dihindari gerakan-gerakan yang bisa mencederai tubuh sehingga lansia dapat tetap menjaga kesehatan fisiknya.

Adapun tujuan dirujuknya program ini yaitu dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraan psikis dan fisik lansia sehingga dapat lebih menikmati hidupnya.

Berikut adalah beberapa manfaat senam untuk tubuh kita menurut Asosiasi Kebugaran di Inggris :

  • Meningkatkan kisaran gerak
  • Meningkatkan stamina
  • Melepaskan kecemasan
  • Membantu mencegah penyakit jantung
  • Mencegah osteoporosis
  • Memperbaiki konsentrasi
  • Memperbaiki pandangan hidup
  • Mengurangi nyeri radang sendi
  • Mengendalikan kolesterol
  • Membakar lemak
  • Mempercepat metabolisme
  • Meredakan depresi
  • Meningkatkan kepuasan kerja
  • Mengawetkan otot
  • Mengawetkan organ-organ internal (hati, ginjal)
  • Memperbaiki waktu reaksi
  • Memperbaiki kebugaran kardiovaskuler
  • Meningkatkan energi
  • Memperbaiki koordinasi saraf dan otot
  • Meningkatkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengurangi resiko kegemukan
  • Membakar kalori
  • Memperbaiki sembelit
  • Mengurangi stres
  • Meningkatkan perasaan sejahtera
  • Meningkatkan IQ
  • Meningkatkan kreativitas
  • Mengurangi absensi kerja
  • Meningkatkan produktivitas
  • Memperbaiki kelenturan
  • Memperbaiki peredaran darah
  • Meningkatkan mobilitas
  • Meningkatkan ingatan/mengurangi resiko pikun
  • Meningkatkan kesehatan punggung
  • Tidur nyenyak
  • Memperpanjang hidup

Sedangkan menurut Nugroho berpendapat terdapat beberapa manfaat dari olahraga bagi lanjut usia. antara lain:

1) Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia

2) Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)

3) Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misalya sakit.

Pada lanjut usia terjadi penurunan masa otot serta kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, toleransi latihan, kapasitas aerobik dan terjadinya peningkatan lemak tubuh. Dengan melakukan olahraga seperti senam lansia dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan dari berbagai penelitian menunjukan bahwa latihan/olahraga seperti senam lansia dapatmengeliminasi berbagai resiko penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit arteri koroner dan kecelakaan. (Darmojo 1999;81)

Selain itu, juga senam yang merupakan aktivitas kebugaran jasmani juga memiliki pengaruh positif terhadap kesejahteraan aspek kehidupan lansia yaitu menurut Darmojo (1999:74) manfaat dari aktivitas dan kebugaran memberikan komponen-komponen yang dapat menjaga kesehatan fisik dan psikologis lansia, seperti:

1)      Self Efficacy (keberdayagunaan-mandiri) adalah istilah untuk menggambarkan rasa percaya atas keamanan dalam melakukan aktivitas. Hal ini sangat berhubungan dengan ketidaktergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan keberdayagunaan mandiri ini seorang usia lanjut mempunyai keberanian dalam melakukan aktivitas.

2)      Latihan Pertahanan (resistence training) keuntungan fungsional atas latihan pertahanan berhubungan dengan hasil yang didapat atas jenis latihan yang bertahan, antara lain mengenai kecepatan bergerak sendi, luas lingkup gerak sendi (range of motion) dan jenis kekuatan. Yang dihasilkan pada penelitian-penelitian dipanti jompo didapatkan bahwa latihan pertahanan yang intensif akan meningkatkan kecepatan gart (langkah) sekitar 20% da kekuatan untuk menaiki tangga sebesar 23-38%

3)      Daya Tahan (endurance) daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif cukup lama. Pada lansia latihan daya tahan /kebugaran yang cukup keras akan meningkatkan kekuatan yang didapat dari latihan bertahan. Hasil akibat latihan kebugaran tersebut bersifat khas untuk latihan yang dijalankan (training specific), sehingga latihan kebugaran akan meningkatkan kekuatan berjalan lebih dengan latihan bertahan.

4)      Kelenturan (flexibility) pembatasan atas lingkup gerak sendi, banyak terjadi pada lanjut usia yang sering berakibat kekuatan otot dan tendon. Oleh karena itu latihan kelenturan sendi merupakan komponen penting dari latihan atau olah raga bagi lanjut usia.

5)      Keseimbangan-keseimbangan merupakan penyebab utama yang sering mengakibatkan lansia sering jatuh. Keseimbangan merupakan tanggapan motorik yang dihasikan oleh berbagai faktor, diantaranya input sesorik dan kekuatan otot. Penurunan keseimbangan pada lanjut usia bukan hanya sebagai akibat menurunya kekuatan otot atau penyakit yang diderita. Penurunan keseimbangan bisa diperbaiki dengan berbagai latihan keseimbangan. Latihan yang meliputi komponen keseimbangan akan menurukan insiden jatuh pada lansia.

Berikut Contoh Rancangan Program Senam Kesehatan untuk Para Lanjut Usia:

  1. Rancangan program

-          Pemanasan

Program ini akan dimulai pemanasan seperti melenturkan otot-otot kepala, leher, tangan, kaki dan berbagai persendian lansia. Tentu saja setiap gerakan akan dilakukan dengan perlahan-lahan mengingat kerapuhan tubuh lansia. Dimana durasi pemanasan adalah 10 menit.

-          Senam inti

Senam inti setelah pemanasan dilakukan selama 15 menit. Dalam senam inti gerakan yang dilakukan lebih bervariasi dari pemanasan. Tetapi gerakan tersebut dimodifikasi sesuai dengan vitalitas lansia.

-          Pendinginan

Pendinginan dilakukan selama 10 menit. hal ini dilakukan untuk meregangkan otot-otot.

-          Istirahat

Kegiatan istirahat diisi dengan pemberian sarapan pagi bagi para lansia berupa roti dan segelas susu berkalsium tinggi untuk usia lansia yang akan membantu para lansia menjaga kesehatannya. Dalam masa-masa senggang itu, lansia diberi kesempatan untuk bersosialisasi dengan para lansia lainnya, yang memperluas jaringan sosialnya dan mendorong lansia membangun kembali jiwa persahabatannya. Hal ini tentu saja akan menjadi dukungan sosial bagi para lansia ketika mereka merasa kesepian dan membutuhkan teman untuk mencurahkan perasaannya.

2. Pelaksanaan program

-          Dilaksanakan akhir pekan yaitu hari Sabtu/Minggu, pukul 05.30

karena pada waktu tersebut masih belum banyak kendaraan yang diaktifkan, sehingga udara masih terjamin  masih segar.

3. Evaluasi program

-          Untuk melihat keefektifan dari program digunakan kuesioner dan wawancara pada lansia. Hal ini dilakukan agar program yang kurang efektif dapat diperbaiki kembali sehingga kesejahteraan fisik dan psikis lansia dapat terjamin.

4. Sosialisasi program

-          Program disosialisasikan ke panti-panti jompo yang belum memiliki program  rutin akhir minggu yang bisa meningkatkan kesejahteraan psikis dan fisik lansia

-          Program juga disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat menyadari pentingnya pengadaan rutin akhir minggu berupa senam bagi lansia

-          Membuat brosur yang berisi pentingya menjaga kesehatan tubuh para lansia

Jadi, berdasarkan uraian penjelasan sebelumnya maka dapat kita lihat bahwa kesehatan pada lansia sangat perlu diperhatikan baik itu fisik ataupun psikis. Karena seorang lansia dimana sebagaimana yang kita ketahui bahwa keadaan fisik mereka kian hari kian menurun bila dibandingkan dengan orang-orang yang berada pada fase hidup yang lebih muda. Bahkan, mereka sering dianggap oleh orang-orang yang lebih muda sebagai orang yang lemah dan tidak perlu melakukan apa-apa lagi karena kelemahan fisiknya.

Hal ini membuat fisik dan psikis dari lansia semakin melemah sehingga diperlukan kegiatan rutin yang dapat menghibur para lansia yaitu dapat melalui program senam kebugaran di akhir minggu.

Saran dan harapan saya untuk pelaksanaan program senam kesehatan bagi lansia ini yaitu bahwa program ini akan sangat baik bila dijalankan secara rutin di panti-panti jompo ataupun di masyarakat luas karena seperti yang telah kita ketahui bahwa aktivitas di usia lanjut sangat bermakna bagi para lansia dalam menjaga kesejahteraan psikis dan fisiknya.

Referensi:

www.jambi-independent.co.id

www.tutorialkuliah.blogspot.com

http://rosy46nelli.wordpress.com/2009/12/05/sejarah-senam

http://bali-community.blogspot.com/2008/05/manfaat-olahraga-bagi-kita.html

www.fuadbahsin.wordpress.com

www.kompas.com

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s